Internal Linking Untuk SEO: Panduan Lengkap Optimasi SEO

Apa Itu Internal Linking?

Internal Linking adalah link atau hyperlink yang menghubungkan antara satu halaman dengan halaman yang lain pada satu domain yang sama.

Contohnya karena halaman ini memiliki hubungan dengan artikel tentang SEO, maka ada baiknya saya memberikan link menuju artikel SEO lainnya Apa Itu SEO(Search Engine Optimization)?

Internal Linking ini salah satu teknik pada On-Page SEO yang pernah kami bahas sebelumnya. Internal Linking sering juga disebut dengan interlink dalam dunia SEO.

Berpikirlah Sebagai Pembaca

Lalu apa fungsi dari Internal Linking? Untuk memahami lebih lanjut mengenai hal ini, alangkah baiknya untuk memposisikan diri kita sebagai pembaca.

Bayangkan jika seorang pembaca membaca sebuah artikel dan memberikan link ke halaman yang sama relevansinya dengan yang sedang mereka baca. Kira-kira akan membantu mereka atau tidak? Jelas akan sangat membantu.

Buat anda yang ingin mendapatkan tambahan penghasilan berikut Cara Menghasilkan Uang dari Blog

Contoh Penggunaan Internal Linking

Bayangkan jika tanpa Internal Linking, mereka harus mencarinya sendiri melalui kolom pencarian. Atau, kemungkinan yang sering terjadi adalah langsung menutup halaman tersebut dan pindah ke website lain karena selesai membaca.

Daripada menutup halaman tersebut, mengapa kita tidak memberikan link yang mungkin menarik untuk pembaca? Inilah poin penting dari Internal Linking.

Manfaat Internal Linking

Setelah anda paham bagaimana cara berpikir pembaca, mari kita bedah lebih dalam apa manfaat Internal Linking secara SEO.

Bounce Rate(%) Menurun

Karena besar kemungkinan pembaca yang cocok dengan artikel ybs akan meng-klik tautan link tersebut, maka hal ini akan menurunkan Bounce Rate pada sebuah website.

Aliran Pengunjung yang Terdistribusi

Coba sekarang berpikirlah seperti sebuah musium. Saat pertama kali pengunjung datang, mereka akan diarahkan kesuatu tempat. Setelah selesai membaca, akan diarahkan ketempat lain. Jadi, dari satu ruangkan akan tembus keruangan lainnya.

cara kerja internal linking
Cara Kerja Internal Linking

Internal Linking mirip seperti itu, pengunjung akan mengunjungi halaman-halaman lain yang terkait. Dengan begitu, Page View pada website anda akan naik. Ini akan memberikan dampak baik pada SEO sebuah website. Seolah-olah, antar halaman saling gotong royong membantu yang lainnya.

Perlu diingat, setiap halaman memiliki peringkatnya tersendiri, jadi SEO ini harus dipandang per halaman, bukan per website sepenuhnya. Karena bisa saja halaman A nomor 1 tetapi halaman B nomor 100.

Lainnya

Dua manfaat diatas adalah yang paling berdampak besar, tetapi jika ingin dibedah menjadi lebih kecil lagi. Berikut poin-poinnya:

  1. Menurutkan Bounce Rate(%)
  2. Meningkatkan Page View
  3. Meningkatkan Page Rank
  4. Meningkatkan waktu kunjungan: Pembaca lebih betah dan lebih bisa berlama-lama disebuah website
  5. Memudahkan Google Crawler untuk mengindex

Internal Linking Untuk Optimasi SEO

Google akan selalu mengutamakan pelanggannya. Siapakah mereka? Yaitu pengguna mesin pencarian Google. Dengan google memberikan konten sesuai dengan yang dicari penggunanya, maka akan semakin diminati pula mesin pencarian Google.

Mari fokus ke poin ke 5 yang sudah kami singgung sebelumnya yaitu “Memudahkan Google Crawler untuk mengindex”. Perlu diingat, google tidak akan mengindex semua halaman sebuah website. Google akan memprioritaskan halaman mana yang cukup bernilai untuk diindex.

discover - currently not indexed
Google Search Console – Discovered But Not Indexed

Perhatikan pada gambar diatas, check pada bagian “Discoverd – currently not indexed”. Ini artinya halaman ditemukan oleh google, tetapi tidak di-index oleh Google.

Sebenarnya banyak sebab mengapa sebuah halaman tidak terindex, salah satunya adalah kurang bernilai. Dengan memberikan Internal Linking, sebuah halaman akan memiliki bobot yang lebih tinggi dibanding halaman yang tidak pernah ditunjuk menggunakan link.

google search console - total internal links
Google Search Console – Internally Linked Pages

Pada Google Search Console, dapat dilihat halaman mana saja yang banyak ditunjuk menggunakan link. Halaman yang sering ditunjuk, biasa memiliki potensi terindex lebih tinggi.

Berikut tips-tips yang perlu dilakukan untuk melakukan internal linking untuk optimasi SEO.

Tentukan Struktur Hirarki Website

Penting untuk menentukan struktur hirarki sebuah website. Ini sering disebut sitemap pada pengembangan website. Sitemap disini berbeda dengan Sitemap XML yang sering dibicarakan pada SEO.

struktur hirarki website - sitemap
Sitemap

Dengan memiliki sitemap yang jelas akan memudahkan pengunjung dalam mencari apa yang mereka cari.

Tentukan Konten Pilihan

Konten pilhan adalah konten terbaik sebuah website yang tujuan akhirnya adalah menjadi nomor satu dengan keyword yang cukup bersaing. Konten yang cenderung lengkap dan gemuk dengan informasi.

Dari konten inilah sebagaian besar traffic akan datang dan dapat didistribusikan ke halaman-halaman lain menggunakan Internal Linking.

konten pilar dan konten pendukung
Konten Pilihan

Jika diteliti, website Wevelope memiliki kategori khusus untuk konten pilihan. Disana adalah konten-konten yang relatif ditulis mendalam dan panjang.

Gunakan Link Dengan Tulisan yang Relevan

Jika mengikuti tulisan ini dari atas, perhatikan setiap tulisan yang ditambahkan link. Disana menggunakan tulisan dan link yang relevan. Inilah yang dimaksud dengan menggunakan tulisan relevan pada sebuah link.

Gunakan DoFollow

Mungkin ini akan sedikit teknis, pada sebuah hyperlink ada dua jenis link yaitu: DoFollow dan NoFollow. Selalu gunakan DoFollow untuk Internal Linking.

FAQ

Untuk merangkum semuanya, kami sediakan bagian khusus untuk frequently asked questions(FAQ) atau kumpulan pertanyaan yang sering sekali ditanyakan mengenai Internal Linking

Apakah Internal Linking Berguna Untuk SEO?

Sangat berguna. Ini akan membantu Google menentukan mana halaman yang lebih diprioritaskan dan bernilai.

Berapa Banyak Internal Linking yang Dibutuhkan Untuk SEO?

Tidak ada standart yang mengatakan nilai pastinya, tetapi yang perlu diingat adalah jangan melakukan spamming Internal Linking. Tujuannya adalah membantu pembaca, jika spamming pasti tidak akan membantu malah mengganggu.

Secara personal 2 – 5 link tiap artikel sudah lebih dari cukup.

Bagaimana Cara Menambahkan Internal Linking yang Baik dan Benar?

Sepertiyang sudah kami jelaskan diatas:

  • Gunakan relevansi antara text pada link dan halaman yang dituju
  • Gunakan DoFollow
  • Jangan spamming Internal Linking

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code