Apa Itu Website E-Commerce?

Singkatnya website e-commerce adalah website yang khusus diperuntukkan untuk menangani transaksi secara digital, baik B2B, B2C, dsb. Tetapi tahukah anda kalau sebelum website e-commerce itu populer ada sejarah yang menarik hingga e-commerce bisa berkembang sepesat sekarang.

Pengertian E-Commerce

Untuk mempersingkat pembahasan, kami akan membaginya menjadi dua(2) bagian saja.

E-Commerce

E-Commerce adalah transaksi yang dilakukan secara digital, baik melalui SMS, MMS, WA, Forum, dsb. Jadi, tidak selalu harus melalui website. Melalui telepon pun juga termasuk E-Commerce.

Lalu, bagaimana kalau pembelian dilakukan melalu telepon, tetapi pembayarnnya harus datang ke tokonya langsung? Sebenarnya bisa dikatakan masih semi e-commerce, belum sepenuhnya e-commerce, karena antara pembeli dan penjual harus bertemu terlebih dahulu. Jika, pembayaran dilakukan secara digital juga, misalkan transfer antar bank, maka sudah bisa disebut e-commerce sepenuhnya.

Website E-Commerce

Seperti yang kami sudah jelaskan diawal bahwa website e-commerce adalah website yang khusus diperuntukkan untuk menangani transaksi secara digital, baik B2B, B2C, dsb. Dengan memahami apa itu e-commerce anda sudah dapat menebak apa itu website e-commerce.

Sejarah E-Commerce

E-Commerce tidak tiba-tiba menjadi seperti ini. Semua berawal dari hal yang sangat sederhana hingga akhirnya berkembang terus hingga saat ini.

  • 1969: CompuServe Tercipta – Di tengah peristiwa penting tahun 1969, sejarah ecommerce di AS dan dunia dimulai di Columbus, Ohio dengan peluncuran CompuServe, perusahaan ecommerce pertama. Karena tidak ada internet, perusahaan menyediakan layanan mengirimkan data melalui saluran telepon(dikenal sebagai Electronic Data Interchange, atau EDI), mungkin beberapa pernah mendengar TelkomNet Instan. Internet dengan bantuan jalur telepon.
  • 1972: Komputer Memfasilitasi Penjualan Online Pertama – Pejualan secara online pertama justru digunakan untuk menjual ganja. Iya, anda tidak salah dengar. Tetapi ini hanya sebagian saja. Mahasiswa Universitas Stanford dan MIT menggunakan akun Arpanet untuk melakukan penjualan ganja, uang, dan produk, tetapi masih melakukan transaksi secara langsung. Jadi sebenarnya tidak benar-benar “online” atau melalui “internet”.
  • 1976: Transaksi Online Mulai Diperkenalkan – Saat United States merayakan Bicentennial, Atalla Technovation dan Bunker Ramo Corporation memperkenalkan produk yang dirancang untuk memproses transaksi online yang aman, yang ditujukan untuk lembaga keuangan.
  • 1979: Belanja Elektronik Diciptakan – Sepuluh tahun setelah berdirinya CompuServe, penemu Inggris Michael Aldrich menunjukkan bagaimana belanja elektronik menggunakan Televisi. Televisi tersebut dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat memproses transaksi melalui saluran telepon.
  • 1983: Perdagangan Elektronik Mulai Dikenal – Majelis Negara Bagian California mengadakan sidang pertamanya tentang “perdagangan elektronik” atau sering kita sebut “E-Commerce”. Bersaksi bahwa CPUC, MCI Mail, Prodigy, CompuServe, Volcano Telephone, dan Pacific Telesis. Setahun kemudian, Undang-Undang Perdagangan Elektronik California disahkan, memaksakan persyaratan tertentu pada sistem yang dirancang “untuk melakukan pembelian barang dan jasa melalui jaringan telekomunikasi/digital.”
  • 1984: CompuServe Membuka Electronic Mall/E-Mall – Salah satu contoh pertama dari ritel online, CompuServe memperkenalkan Electronic Mall pada tahun 1984, yang memungkinkan penggunanya untuk membeli produk dari sekitar 100 pedagang yang berbeda. Lihat video clip berita ini tentang “CompuServe Electronic Mall”
  • 1990: Peluncuran WorldWideWeb – Browser web pertama diluncurkan, yang akan menjadi pemicu untuk berbelanja secara online karena pengguna internet dapat dengan mudah menemukan apa yang mereka cari dan penjual dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
  • 1994: Transaksi Online Aman Pertama Dilakukan – Sepuluh tahun penuh setelah peluncuran Electronic Mall, Netscape 1.0 dirilis. Memperkenalkan protokol yang sering disebut Secure Socket Layer (SSL), protokol ini menjaga data pengiriman dan penerimaan transaksi online tetap aman dengan metode enkripsi terkomputerisasi. Sejumlah perusahaan pemprosesan kartu kredit pihak ketiga diluncurkan setelah internet menjadi media komersial.

    Transaksi online pertama yang menggunakan enkripsi terjadi pada 11 Agustus 1994, ketika Phil Brandenberger membeli Sting CD Ten Summoners’ Tales melalui NetMarket, seperti yang dilaporkan dalam cerita New York Times “Attention Shoppers: Internet is Open.”
  • 1995: Amazon, eBay, dan Perkemabngan Pesar Marketplace – Pasar online/marketplace mulai dibuka. Ini termasuk Amazon milik Jeff Bezos, yang awalnya dirancang untuk menjual buku, dan AuctionWeb milik Pierre Omidyar, situs lelang online pertama yang akan segera dikenal sebagai eBay.
  • 1998: PayPal Tercipta – Awalnya diperkenalkan sebagai Confinity, PayPal memulai debutnya sebagai alat transfer uang. Pada tahun 2000, ia akan bergabung dengan perusahaan perbankan online milik Elon Musk dimana membuat popularitasnya meningkat pesat.
  • 1999: E-Commerce global mencapai $150 Miliar – Banyak bermunculan startup tentang Internet. Banyak pengusaha tergoda oleh eforia cepat kaya ini. Tentu saja, saat-saat indah tidak akan bertahan selamanya.
  • 2000: “Dotcom Bust”/Dotcom Bubble dan Periklanan Online – Bubble akhirnya meletus juga dengan NASDAQ mengalami kejatuhan 75% dari Maret 2000 hingga Oktober 2002, menghapus sebagian besar keuntungan yang dibuat sejak internet diluncurkan. Banyak perusahaan online dan teknologi menyatakan kebangkrutan, termasuk Webvan, layanan pengiriman bahan makanan.

    Meskipun gagal, Google AdWords(yang sekarang berubah nama menjadi Google Ads) diperkenalkan sebagai cara bagi perusahaan eCommerce untuk beriklan melalui iklan teks pendek dan URL. Upaya periklanan bayar per klik (PPC) mulai diperkenalkan. Pola PPC ini sangatlah berbeda dengan iklan konvensional.
  • 2005: E-Commerce Kembali – E-Commerce bangkit kembali dari masa-masa sulit, dan Cyber ​​Monday (Hari Senin setelah perayaan Black Friday) diperkenalkan untuk meningkatkan pembelian Online Holiday. Selain itu, Amazon meluncurkan Amazon Prime, memberikan pengiriman gratis 2 hari di Amerika Serikat dan menjadikan pengiriman tercepat. Saat ini, ada sekitar 142 juta anggota Perdana di Amerika Serikat.
  • 2006: Platform Toko Online Meningkat – Shopify seperti yang kita kenal sekarang didirikan oleh Tobias Lütke, Daniel Weinand, dan Scott Lake, memudahkan pedagang untuk membuat toko online. Banyak platform eCommerce lainnya, seperti Magento dan BigCommerce, dengan cepat memasuki market dan membuat brand mereka lebih dikenal.
  • 2012: Belanja Makanan Menjadi Virtual – Meskipun awalnya sedikit sulit untuk menjadikan bahan makanan sebagai barang yang diperdagangkan secara online, akhirnya menemukan alurnya pada tahun 2012, dengan didirikannya Instacart. Instacart mengirim pembeli ke toko lokal untuk memilih bahan makanan yang dipesan konsumen secara online. Saat ini, dengan kemajuan dalam pergudangan dan cold warehousing, berbelanja makanan online menjadi bisnis yang besar.
  • 2017: Perkembangan Ecommerce Tidak Terhenti
  • 2020: COVID-19 Menyerang – Sadar ataupun tidak, dengan adanya virus COVID-19 membuat peradapan manusia dipaksa untuk beradaptasi tanpa harus berdekatan. Internet adalah salah satunya solusi dalam menangani permasalahan ini, termasuk E-Commerce.

Prediksi Pertumbuhan E-Commerce Di Indonesia

Setelah sebelumnya menjelaskan ecommerce secara global, mari kita lihat perkembangan dan prediksi ecommerce di Indonesia.

Prediksi Angka Pengguna E-Commerce di Indonesia 2024 – Diambil dari Tempo

Pertumbuhan pengguna ecommerce masih akan tumbuh pesat, jadi jangan sampai anda melewatkan kesempatan ini. Buat website ecommerce anda sendiri

Manfaat E-Commerce Peradapan Manusia

Sudah dua(2) tahun sudah kita dan semua negara didunia dikejutkan dengan virus Corona atau COVID-19. Siap tidak siap manusia harus beradaptasi dengan hal ini, hidup menjaga jarak dan berkomunikasi lewat media online. E-Commerce mengambil peranannya dalam membantu manusia melakukan perdagangan.

Dari zaman dulu, perkembangan perdagangan adalah tanda sebuah peradapan maju peradapan manusia, termasuk perdagangan secara online.

Sepuluh(10) E-Commerce Terbesar di Indonesia

Dengan perkembangan ecommerce yang semakin pesat, ada banyak platform ecommerce di Indonesia. Inilah 10 ecommerce terbesar di Indonesia

Top 10 E-Commerce di Indonesia – Dikutip dari Tempo

Apakah Anda Membutuhkan Website E-Commerce?

Tidak semua perusahaan membutuhkan website ecommerce, tetapi semua website pasti memerlukan website. Pertanyaannya apakah perusahaan anda membutuhkan website ecommerce?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami membuat daftar pertanyaan untuk anda dan perusahaan anda.

  1. Apakah produk anda barang?
  2. Jika produk anda jasa, apakah jasa anda mempunyai sistem yang baku, sehingga calon pelanggan tidak perlu melakukan kontak langsung?
  3. Apakah pengiriman memiliki perhitungan baku?
  4. Apakah proses pembelian dapat dilakukan secara online tanpa harus melakukan percakapan baik telepon ataupun chat?

Jika banyak menjawab Iya, maka perusahaan anda perlu memiliki website ecommerce.

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code