Apa Itu Web Hosting?

Web hosting adalah sebuah layanan atau jasa yang dapat membuat website anda online. Sehingga website anda dapat diakses siapa saja.

Sebuah web hosting membutuhkan beberapa hal ini:

  1. Satu atau lebih server yang berperan sebagai media penyimpanan dan pemprosesan. Server bisa virtual ataupun secara fisik.
  2. Tempat, listrik, internet, dan kebutuhan mendukung lainnya.
  3. DNS atau Domain Name Server untuk mengatur lalu lintas antara server, IP, dan domain.
  4. Web Server untuk memproses bahasa pemprograman, database, dsb.
  5. Server side script
  6. Database
  7. Email
  8. Software pendukung

Penjelasan Web Hosting

Sebenarnya tanpa web hosting website anda tetap bisa online. Hanya saja butuh biaya yang relatif lebih mahal daripada jika anda menyewa web hosting. Biasanya yang melakukan hal ini hanya perusahaan-perusahaan besar yang memiliki budget relatif besar untuk infrastruktur IT mereka.

Oleh karena itu, web hosting mulai bermunculan untuk menawarkan solusi lebih terjangkau, dimana anda bisa mulai meng-online-kan website anda denga hanya perlu membayar mulai dari Rp5.000,-/bulan saja. Tentu dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing jika dibandingkan dengan harga yang mahal.

Macam Jenis Layanan Web Hosting

Ada banyak penyedia web hosting yang memberikan berbagai macam jenis-jenis hosting. Tetapi menurut kami hanya ada 2 jenis web hosting. Sisanya adalah turunannya.

Shared Hosting

Dimana anda akan menggunakan 1 server tetapi berbagai macam website ada disana. Jadi, kalau dimisalkan didunia property, ini adalah kos-kosan. Dimana hanya ada 1 tempat tinggal, tetapi banyak kamar. Mirip kos-kosan kamar mandi diluar, jika sedang banyak yang mengantri, maka harus menunggu.

Shared hosting juga sama, jika terjadi load yang sangat berat dikarenakan 1 website, website anda juga terkena imbasnya. Walaupun seperti itu, penyedia web hosting biasanya sudah mempunyai syarat dan ketentuan dimana jika ada yang menggunakan hosting secara tidak wajar akan kenakan pinalty, mirip FUP pada ISP.

Virtual Private Server(VPS)

Berbeda dengan share hosting, VPS mirip seperti tanah kosong. Dimana anda bebas membangun apapun diatas tanah tersebut, tetapi ingat tanahnya masih sewa, sehingga anda tetap akan dikenakan biaya bulan/tahunan.

Kekurangannya VPS untuk non-IT akan kesulitan untuk membangun infrastruktur, karena semuanya disetup sendiri. Memang ada beberapa penyedia menyediakan Managed VPS dimana ada customer support yang akan membantu jika ada kesulitan dalam konfigurasi.

Berbeda dengan Unmanaged VPS, customer support hanya akan membantu terkait kendala VPS diluar konfigurasi.

Dedicated Server

Untuk server jenis ini, biasanya bentuknya fisik. Jadi anda bisa membelinya dan meng-online-kan nya. Ini yang dilakukan oleh para web hosting, yaitu mereka membuat server sendiri untuk membuat jasa web hosting.

Tetapi perlu diingat, anda harus siap server anda menyala 24 jam jika memang diperuntukkan untuk dapat diakses 24 jam. Kadang ada beberapa perusahaan yang membuat Dedicated Server hanya untuk kebutuhan internal perusahaan, dimana hanya cukup menyala saat jam kantor saja.

Ini sah-sah saja. Selain privasi data terjaga, akses nya pun lebih mudah, dikarenakan semua karyawan untuk dapat mengakses server hanya perlu akses secara local(tanpa perlu akses internet) saja.

Cloud Hosting

Hosting jenis ini memberikan kebebasan untuk menambahkan atau menghilangkan sesuatu pada servernya. Jadi benar-benar plug n play. Salah satu contoh vendor cloud hosting paling populer adalah Amazon Web Service.

Apa Hubungannya Dengan Domain?

Lalu apa hubungannya dengan domain? Sebenarnya tanpa domain, website dapat diakses menggunakan IP. Contoh bentuknya seperti ini 127.0.0.1 atau 192.27.8.25. Hanya saja manusia agak kesulitan untuk mengingat urutan angka dibandingkan kata-kata.

Disinilah letak fungsi domain. Domain ini yang memberikan alias IP tersebut. Contoh wevelope.net => 192.27.8.25 sehingga anda tidak perlu menghafal urutan angkanya. Sekedar informasi, yang mengatur pengubahan nama dan IP dinamakan Domain Name System(DNS)

cara kerja domain
Domain Name System(DNS)

Berapa Biaya Sewanya?

Biaya sewanya bermacam-macam, mulai dari yang ekonomis hingga tidak terbatas. Rata-rata harga termudah adalah berkisar Rp25.000 – Rp500.000/bulan. Semua bergantung dari fitur dan fasilitas. Daftar Harga Hosting

Buat kamu yang ingin mencari web hosting, VPS, dan semacamnya bisa langsung check disini.

Untuk periode pembayarannya bermacam-macam. Umumnya pelanggan dapat memilih periode mana yang cocok: bulanan, 3 bulanan, tahunan, 2 tahunan, dsb.

Berikut ini salah daftar harga web hosting yang kami dapat dari salah satu vendor.

Cara Memilih Web Hosting

Baik, anda memutuskan untuk membeli web hosting? Pastikan beberapa hal ini ada saat anda memilih web hosting:

  • Customer Support 24 Jam
  • Performa Server
  • Review
  • Gratis SSL/HTTP
  • Gratis Backup
  • Support cPanel atau semacamnya

Apakah Anda Membutuhkan Web Hosting?

Tergantung, semua akan kembali ke tujuan akhir. Jika ingin membuat website, dapat dipastikan membutuhkan web hosting. Baik itu dari vendor yang sudah menyiapkannya, ataupun membelinya sendiri untuk keperluan yang lebih lanjut.

Kelemahan Menggunakan Web Hosting

Salah satu kelemahan menggunakan web hosting adalah masalah keamanan. Karena web hosting yang sifatnya publik, maka semua orang dapat mengaksesnya, termasuk orang-orang yang tidak berkepentingan dan tidak bertanggung jawab.

Hal inilah salah satu yang membuat biaya perawatan web hosting menjadi tinggi jika ingin memutuskan membuat web hosting sendiri tanpa melalui vendor pihak ketiga.

Istilah-Istilah Pada Web Hosting

  1. Pengunjung: Setiap orang yang masuk ke website. Oran gyang sama tetap dihitung.
  2. Pengunjung/bulan: Total orang yang masuk ke website dalam satu bulan. Orang yang sama tetap dihitung.
  3. Bandwidth: Jumlah kuota dalam satuan MB/GB. Biasanya dihitung bulanan. Setiap kali pengujung mengakses gambar, video, teks, semuanya dihitung dalam satuan byte
  4. Unlimited Bandwidth: Untuk beberapa hosting memberikan batasan badwidth yang dapat digunakan, tetapi ada pula yang tidak memberikan batasan
  5. Database: Sebuah file yang menyimpan semua data website dalam bentuk banyak tabel.
  6. Unlimited Database: Beberapa vendor membatasi berapa jumlah database yang dibutuhkan. Pada umumnya 1 program membutuhkan 1 database saja. Dalam 1 database ada banyak tabel.
  7. Disk Space: Kapasitas hard disk yang dapat digunakan.
  8. Unlimited Disk Space: Beberapa vendor tidak membatasi penggunaan hard disk. Sebagai gantinya, mereka membatasi dengan jumlah file rata-rata 150.000 – 600.000 file.
  9. 1 Domain: Hanya dapat menggunakan 1 domain saja untuk 1 paket web hosting.
  10. Unlimited Add Domain: Dapat menambahkan domain sebanyak apapun, tidak hanya 1 domain saja(lihat poin 9)
  11. Secure Sockets Layer(SSL): Sebuah layer untuk mengamankan data sebelum dikirimkan ke peminta. Dengan adanya ini, website dapat diakses dengan protokol HTTPS dengan port bawaan 443
  12. LiteSpeed Memcached: Sebuah program untuk melakukan cache pada website. Ini berguna untuk mempercepat akses data yang sering diakses.
  13. Unlimited Hosting: Web hosting dengan penggunaan disk space tanpa batas. Biasanya diikuti dengan Unlimited Domain
  14. Cloud Hosting: Web hosting yang menggunakan banyak server sebagai backup akses. Hal ini untuk berjaga-jaga supaya data tetap aman dan dapat diakses publik.
  15. WordPress Hosting: Web hosting yang diatur sedemikian rupa untuk berjalan dengan baik pada CMS WordPress.
  16. Transfer Hosting: Tindakan untuk memindahkan seluruh data website dari 1 hosting ke hosting lain.
  17. Email Hosting: Hosting yang khususkan untuk menerima dan mengirimkan email.
  18. Domain: Nama alamat yang sering diketikkan pada browser. Contoh: wevelope.net
  19. Transfer Domain: Tindakan untuk memindahkan domain dari 1 vendor ke vendor lain.
  20. Virtual Private Server(VPS): Server yang dibuat secara virtual dengan sebuah software, dimana dapat digunakan untuk hosting nantinya.
  21. Alamat IP: Alamat yang berbentuk angka. Contohnya 127.0.0.1 dimana nantinya dapat diakses secara publik. Domain digunakan untuk mengganti angka ini dengan tulisan supaya lebih mudah dibaca.
  22. Akses Root: Akses tertinggi pada server

FAQ

  1. Apakah web hosting dan domain sama? Tidak, mereka berbeda. Domain untuk identifikasi nama website. Contoh: “wevelope.net”. Sedangkan web hosting adalah layanan untuk menyimpan data website supaya dapat diakses secara online.
  2. Apakah membuat hosting sendiri dengan PC/Laptop dapat dilakukan? Secara teori dapat dilakukan. Itu yang disebut server. Hanya saja server dengan laptop akan sangat minim sekali fiturnya. Jadi dengan kata lain, PC/Laptop tersebut menjadi server.
  3. Apakah web hosting dapat kedaluarsa? Iya, web hosting dapat kedaluarsa. Oleh karena itu pembayarannya bulanan ataupun tahunan.
  4. Apakah web hosting gratis? Tergantung. Ada beberapa web hosting memberikan secara gratis. Namun ada batasannya. Kami sudah mengumpulkan Daftar Web Hosting Gratis Terbaik
  5. Berapa biaya web hosting? Rata-rata berkisar Rp25.000 – 500.000/bulan. Bergantung dari spesifikasi web hosting yang dipilih. Kami telah membahasnya lebih detail tentang Daftar Harga Domain dan Hosting
  6. Apakah web hosting aman dari serangan hacker? Tidak ada satupun sistem yang aman 100%. Jadi, tidak ada jaminan menggunakan web hosting aman.
  7. Apakah semua website pasti menggunakan web hosting? Iya, yang membedakan adalah apakah web hostingnya membeli sendiri, atau sudah ditangani oleh vendor penyedia website.
  8. Bagimana periode pembayaran web hosting? Umumnya mekanismenya menggunakan bulanan atau tahunan.
  9. Apakah dapat menghostingkan website secara gratis? Tentu saja, cukup mencari domain gratis dan web hosting gratis. Baca lebih lengkapnya Cara Cepat Membuat Website Murah

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *