5 Peretasan Terbesar Dalam Sejarah Dunia

Dalam beberapa hari terakhir sedang ramai dibahas perihal peretasan yang dilakukan oleh hacker yang memiliki nama samaran Bjorka. Dimana Bjorka mengaku telah meretas keamanan yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia dan mengaku memiliki 1,3 miliar data.

Tidak hanya berhenti disitu melalui media sosialnya yang saat ini sudah diblokir, Bjorka juga membocorkan data-data pribadi para pejabat Indonesia dan juga beberapa orang terkenal yang ada di Indonesia. Bjorka bahkan membuat sebuah tulisan mengenai dalang dibalik pembunuhan aktivis hak asasi manusia, Munir.

Jelas apa yang dilakukan oleh Bjorka membuat publik Indonesia gempar, banyak netizen yang justru mendukung aksi dari Bjorka dan mengkritik habis-habisan pemerintah karena dinilai tidak becus dalam menjaga keamanan data masyarakat.

Tapi kalian pernah tahu tidak bahwa sebenarnya aksi-aksi hacker seperti ini sudah ada sejak lama, bahkan beberapa kasusnya sempat menggemparkan dunia. Berikut adalah aksi peretasan terbesar dalam sejarah dunia.

Peretasan Citibank

Peretasan Citibank terjadi pada tahun 1995 dimana pada waktu itu internet belum berkembang pesat seperti saat ini. Peretasan Citibank ini dilakukan oleh salah satu programmer terkenal dari negeri beruang merah Rusia, Vladimir Levin. Meski internet belum secanggih saat ini Vladimir Levin sudah mampu membuat Citibank merugi sekitar 10 juta dolar AS.

Yang unik dalam kasus peretasan ini, Vladimir Levin tidak melakukannya secara online melainkan Vladimir Levin meretas sistem telepon yang digunakan untuk menghubungkan Citibank dengan konsumennya. Vladimir Levin mencuri data nasabah Citibank yang melakukan panggilan ke customer service. Data tersebut kemudian digunakan Vladimir Levin untuk membobol akun para nasabah Citibank. Namun pada akhirnya Vladimir Levin tertangkap dan dihukum penjara selama tiga tahun.

Serangan Virus Melissa

Serangan hacker dan aksi peretasan yang menggemparkan dunia selanjutnya adalah virus melissa yang diciptakan oleh David L. Smith pada tahun 1999. Sebenarnya virus melissa inti adalah virus sederhana namun dampaknya sangat luar biasa karena bisa untuk meretas kontak yang ada di dalam email.

Untuk mendapatkan salinan dari kontak yang ada di email seseorang virus melissa ini menyamar sebagai sebuah lampiran resmi dari Microsoft Word ke email, dari situ saat pengguna email mengklik tautan maka virus akan bekerja dengan sendirinya untuk menyalin 50 kontak yang ada di email korbannya.

Coba tebak berapa banyak korban yang terkena virus ini? pada tahun 1999 diperkirakan sekitar 20 persen komputer di seluruh dunia sudah terinfeksi virus melissa. Berkat kejadian tersebut membuat beberapa bisnis harus terganggu operasionalnya. Tidak hanya ini banyak perusahaan yang memutuskan untuk mematikan koneksi internet mereka karena serangan virus melissa ini.

Peretasan Nasa dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat

Dari judulnya saja sudah bisa dibayangkan bagaimana aksi ini menggegerkan dunia, pasalnya NASA dan juga Departemen Pertahanan Amerika Serikat bukanlah lembaga kaleng-kaleng. Pada aksi peretasan ini hacker bernama Jonathan James jadi aktor utamanya.

Dalam aksinya remaja berusia 15 tahun tersebut pada tahun 1999 berhasil mencuri sejumlah besar data dan juga software milik NASA dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Bocil tersebut sukses meretas 13 komputer NASA yang berada di Pusat Penerbangan Marshall sekaligus membuat para IT di NASA mati kutu.

Setelah melancarkan aksinya di NASA James dengan lihainya memasuki sistem Defense Threat Reduction Agency milik Dephan Amerika Serikat. Dari aksinya tersebut James bisa membobol puluhan password dan 3.300 pesan dengan klasifikasi rahasia.

Peretasan Militer Amerika Serikat

Setelah peretasan NASA dan Dephan AS pada tahun 2001-2002 Amerika Serikat kembali mendapatkan serangan melalui internet. Kali ini giliran militer negeri paman sam tersebut yang diserang. Aktor dibalik peretasan kali ini adalah hacker asal Skotlandia bernama Gary McKinnon.

McKinnon meretas data-data milik militer Amerika Serikat dan sukses mengakses 97 sistem militer yang berada di Pentagon dan NASA. Alasan McKInnon meretas militer Amerika Serikat cukup unik, bukan motif uang atau politik tapi untuk membuktikan keberadaan UFO di dunia ini.

Tidak hanya itu McKinnon juga meninggalkan pesan untuk militer AS dengan nada ejekan bahwa sistem keamanan yang mereka kembangkan adalah omong kosong karena McKinnon seorang diri bisa membobolnya dengan mudah. Dalam kasus peretasan ini Militer AS mengklaim menghabiskan dana yang tidak sedikit untuk memulihkan sistem yang diretas oleh McKinnon.

Militer AS menyebutkan menggelontorkan dana lebih dari 800.000 dolar AS untuk mengembalikan sistem keamanan mereka sekaligus memperbaikinya agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Serangan MafiaBoy

Serangan MafiaBoy terjadi pada tahun 2000-an dimana serangan ini menyerang beberapa situs universitas dan situs-situs besar lainnya. Dalang dari aksi penyerangan ini adalah Michael Calce atau dijuluki sebagai MafiaBoy.

Kalian tahun tidak bahwa MafiaBoy saat melakukan aksi peretasannya berumur berapa tahun? Saat itu Calce baru berumur 15 tahun. Selain meretas situs universitas terkenal Calce juga meretas situs-situs milik perusahaan besar di dunia seperti Amazon, CNN, Dell, eBay dan Yahoo.

Peretasan yang dilakukan oleh anak berusia 15 tahun tersebut membuat kacau karena situs yang diretas oleh Calce menjadi tidak berpungsi yang berdampak pada jutaan pengguna dari situs-situs tersebut. Calce mengarahkan DDoS yang kuat ke situs-situs yang jadi incarannya sehingga situs tersebut menjadi tidak bisa dibuka.

Jadi itu adalah lima aksi peretasan terbesar dalam sejarah dunia yang beberapa pelakunya masih berumur sangat muda. Dengan adanya kasus-kasus peretasan dan juga kasus Bjorka maka sudah sepantasnya bijak dalam menggunakan internet.

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *